Pada umumnya, masyarakat kita mengetahui bahwa ayat makiyah adalah ayat-ayat yang turun di Makkah, sedangkan ayat madaniyah adalah ayat-ayat yang turun di Madinah. Kami juga memiliki kepahaman seperti itu, waktu sd. Sampai salah seorang Ustadz kami memberi penjelasan yang benar. Jadi, penjelasan yang benar adalah:
Ayat makiyah= ayat-ayat yang turun sebelum hijrah, sekalipun tidak di Makkah.Ayat madaniyah= ayat-ayat yang turun sesudah hijrah, sekalipun tidak di Madinah.
Nah, berarti, adakah ayat yang termasuk makiyah, tetapi tidak turun di Makkah?ataupun sebaliknya? Ya, ada. Contoh untuk ayat makiyah adalah Al Qamar ayat 2. Ayat itu turun di Syiib saat nabi dan para sahabat mengalami pengasingan oleh orang-orang kafir Quraisy. Lalu, untuk ayat madaniyah yang tidak turun di Madinah adalah surat An Nasr. Surat ini turun di Makkah pada saat peristiwa Fathul Makkah. Saat itu tentara kaum muslimin berhasil merebut kota Makkah.Masing-masing ayat memiliki ciri. Seperti pada ayat-ayat makiyah, ayat yang turun cenderung ke arah pembentukan pandangan hidup. Seperti:
Tauhid (aqidah, keyakinan),Sosial (monopoli, riba, dll),
Moralitas (dilarang bunuh, zina, dll).Ayat yang turun cenderung kearah pembentukan pandangan hidup karena umat yang dihadapi adalah umat yang betul-betul belum mengenal islam, dan harus dibenarkan dasar-dasar cara hidupnya. Di ayat-ayat makiyah belum berbicara mengenai syariah, ibadah, dll. Karakter ayat-ayat makiyah antara lain:
-Relatif pendek.-Tidak bertele-tele.
-Untuk memanggil, menggunakan "yaa ayyuhannaas" atau "wahai para manusia".-Dll.
Sedangkan ayat-ayat madaniyah , mulai berbicara tentang ibadah, syariah, dll. Karena umat yang dihadapi adalah umat yang sudah memiliki keimanan dan siap untuk menjalankan syari'at. Karakteristik ayat-ayat madaniyah antara lain:-Relatif lebih panjang.
-Mulai berisi tentang ibadah, dan peraturan-peraturan atau syari'ah.-Untuk memanggil, menggunakan "yaa ayyuhalladzii na' aamanuu" atau "wahai orang-orang beriman".
-Dll.Dari sini sekali lagi kita mengetahui bahwa tersebarnya islam itu bertahap dan sesuai dengan kondisi yang ada. Subhanallah.



2 komentar:
apik cuy! apik!!
sbg sesama blogger aku malu karna isi blogku akeh sing ra mutu
HAHAHAHAHA XD
ha ha ha. jazakumullah. nggak usah merendah, barangkali bagi orang lain itu sebuah karya besar.
ha he
Posting Komentar