Cari artikel berdasarkan kategori:

22 Maret 2010

Syaja'ah - Keberanian

"Bukanlah dikatakan seorang pemberani orang yang pintar berkelahi. Sesungguhnya pemberani adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya di waktu marah."
Hadits Mutafaq Alaih.
Sering kita mengalami bahwa orang menganggap orang yang berani itu adalah orang yang suka berkelahi, suka mbentak, wajahnya sangar, ataupun anarki (terutama waktu kita kecil dulu). Tapi, ternyata itu salah. Terbuktikan dengan hadits di atas. Jadi, jangan berkecil hati bila kita kalah berkelahi. Malahan, sebaiknya jangan sampai berkelahi, kita tidak boleh terprovokasi. Malahan, kadang ada orang yang tidak berani macam-macam pada orang yang gagal mereka provokasi dan tetap santai. Kalaupun tidak, paling orang itu menutup-nutup kekesalan dirinya karena gagal memprovokasi.

Macam-macam keberanian:
  • # Jihad fi sabilillah.
  • # Berani melawan penguasa yang dhalim.
  • # Berani menahan amarah.
  • # dll...
Sumber keberanian: Menurut Ro'ib Abdul ha dalam bukunya "Mamarotul hak", sedikitnya ada 7 faktor keberanian:
  • 1. Rasa takut paada Allah. (Al Ahzab : 39 -> "(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.") Mereka mempunyai keberanian karena yakin Allah pasti akan memberikan pertolongan dan perlindungan. Bila ada orang yang menakut-nakuti, mereka akan menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
  • 2. Lebih mencintai Akherat. (At Taubah : 38 ->
    "Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.").
  • 3. Tidak takut pada kematian. (An Nisaa : 78 -> "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.."). Kita sudah sering mendengar para mujahid, mereka tidak takut pada kematian dan mendambakan mati syahid. Maka mereka tidak gentar melawan musuh yang jauh lebih banyak dan canggih peralatannya.
  • 4. Tidak ragu-ragu. Nabi SAW bersabda: "Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu (membuatmu ragu) pada apa-apa yang tidak meragukanmu (membuatmu ragu). Ini sudah jelas, mari kita ambil sebuah contoh. Ada dua orang, si A dan si B, keduanya pandai memanah. Namun si B lebih pesimis dia akan sanggup memanah dengan tepat. Maka hasilnya bisa ditebak sendiri.
  • 5. Tidak menomer satukan materi.
  • 6. Tawakal dan yakin pada Allah. (At Talak : 3 -> "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.". Kita sudah dapat mengambil kesimpulan dari beberapa poin di atas, keyakinan pada Allah akan membawa keberanian.
  • 7. Hasil pendidikan. Ini harus kita tanamkan sejak kecil pada anak-anak kita. Tidak takut pada takhayul, mitos, dan sejenisnya. Lalu kita tanamkan keberanian untuk berkata jujur, menghadapi permasalahan, bertanggung jawab, dan memerangi musuh-musuh Islam.
Memang, keberanian adalah salah satu anugerah dari Allah yang terbesar. Kita harus selalu bersyukur dan berjuang di jalan-Nya dengan keberanian.



0 komentar:

Free Lamp MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com